Margaret Puspitarini - FILMGAMES21.BLOGSPOT.COM
(Foto: dok UGM)
JAKARTA - Permainan merupakan bagian dalam proses tumbuh kembang anak. Karena lewat permainan, anak melewati proses pembelajaran yang melibatkan pikiran, persepsi, konsep, kemahiran sosial dan fisik.Sayangnya, saat ini permainan anak yang ada di masyarakat justru meresahkan para orangtua. Sebab, kecenderungan bermain secara pasif kini menjamur di pasar permainan anak-anak. Padahal, perkembangan permainan yang cenderung pasif membuat anak jarang melakukan aktivitas fisik dan kemampuan untuk berinteraksi dengan anak lainnya.Keresahan para orangtua itu dijawab oleh para mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Melalui Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2013 yang dihelat oleh DIKTI, kini hadirlah Toothfairy Edugames untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terutama anak-anak terhadap permainan.Salah seorang penggagas Toothfairy Edugames, yakni Pradipta Atmokotomo menyebut, permaianan tersebut tidak kalah dengan beragam permainan yang ada saat ini. "Bentuk gamenya unik dan menarik sesuai model masa kini," tutur Pradipta, seperti dikutip dari situs UGM, Rabu (17/7/2013).Meski unik dan modern, Pradipta mengaku tetap memasukkan unsur permainan tradisional dalam serangkaian aktivitas fisik menyenangkan dan mencerdaskan. Sehingga, lanjutnya, dapat meningkatkan antusiasme anak dalam mempelajari hal baru serta mampu mengasah perkembangan kognitif, bahasa, fisik, serta sosial anak.Pradipta menjelaskan, permainan edukasi multi manfaat itu diberi nama Tap the Teeth. Permainan tersebut memberikan pengetahuan kepada anak-anak mengenai warna, anggota gerak kanan dan kiri, serta jenis-jenis gigi yang terdapat dalam karpet permainan dan melatih kerjasama sesuai dengan instruksi wasit permainan yang terdapat dalam papan pemutar, agar nantinya anak-anak dapat lebih peduli terhadap kesehatan gigi."Melalui desain yang menarik, dan kualitas yang baik produk ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terutama anak-anak Indonesia terhadap permainan edukasi," imbuh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi itu.Mahasiswa angkatan 2009 itu menyatakan, permainan serupa telah diproduksi oleh perusahaan mainan impor, namun memiliki harga jual sangat tinggi. Sementara karya mereka dibanderol dengan harga terjangkau.Dia menambahkan, Tap the Teeth ini dapat dimainkan oleh dua kategori, yaitu Kids yang terdiri dari anak-anak usia TK-SD serta kategori Family. Perbedaannya, kata Pradipta, terletak pada cara bermain di mana pada kategori Family dapat dimainkan dengan cara yang lebih menantang dan menyenangkan. (ade)
Berita Selengkapnya Klik di Sini
No comments:
Post a Comment